Aku belum mati, jadi aku belum terlambat.

 

"Saya inginnya kalian mengeksplor berbagai jurnal dan jadikan rujukan utama proposal skripsi kalian", itulah kalimat yang diucapkan oleh Dosen pembimbing baruku pada bimbingan perdana. 

Tahukah kalian apa yang aku rasakan ketika mendengar itu? 

Rasanya perjuanganku selama 3 bulan seketika hancur, judul dan isi proposal mau tidak mau akan diganti seluruhnya. Padahal aku sudah amat percaya pada hari itu kolom tanda tangan yang kosong pada kertasku akan terisi. Nyatanya perjalananku bukan berhenti di tengah jalan, melainkan aku baru memulai perjalanan baru yang sangat baru. Aku akan memulai lagi semua dari awal. 

Rasa ambisi dalam diri jika tidak dikontrol ternyata akan seperti ini ya, sedikit ugal-ugalan sehingga berbahaya. Rasa kecewa, marah, tangisan di malam hari akan jadi salah satu konsekuensi yang diterima ketika ambisi dan target yang kita upayakan tidak sesuai rencana. 

Tapi karena aku percaya sepenuhnya pada Tuhanku, rencana-Nya sepertinya akan asyik dan menantang. Aku akan belajar hal baru, aku melatih sabarku, aku belajar bersyukur dan tentunya akan ada kejutan untukku. 

Aku belum mati, jadi aku belum terlambat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mirrorless

a girlšŸ’…

tidur tinggal tidur