Bulan Terakhir Tahun Kabisat
Satu minggu di akhir November adalah waktuku bersantai, benar-benar santai tidak melakukan apapun yamg berat hanya saja melakukan hal yang aku suka dengan sepenuh hati. Seperti makan, tidur, nonton, jajan, jalan-jalan dan sedikit mengerjakan pekerjaan rumah yang aku suka. Momen yang sangat langka.
Tetapi, menginjak bulan terakhir tahun ini rasanya semakin tidak terkendali.
Merenungkan 11 bulan yang telah terlewati, apa saja yang telah aku capai? Bagaimana dengan wishlist 2024 yang sangat banyak itu? Berantakan hasilnya.
Tahun ini banyak plot twist tidak terduga, pengalaman berharga, tangis dan tawa, dan juga rencanaku yang dialihkan oleh Tuhan untuk mengikuti segala rencana terbaik-Nya. Rasanya bulan ini tidak ingin banyak merencanakan banyak hal, hanya ingin aku tutup tahun ini dengan sebaik-baiknya usahaku dan sebanyak-banyaknya do'a dan sisanya diserahkan pada Tuhan yang mengetahui segala sesuatu yang terbaik.
Bulan-bulan lalu aku lupa bahwa diriku seorang hamba, segala pencapainku itu bukan karena usahaku tetapi kehendak Tuhan yang menuliskannya begitu. Walaupun doa dan usaha memang harus kita lakukan, tetapi jangan lupa bahwa takdirnya ada pada Tuhan. Pada bulan terakhir tahun kabisat ini, mari siapkan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya usaha yang bisa dilakukan kita.
Pertanyaanku untuk tahun 2025 adalah, akan ada hal indah apa ya yang Tuhan berikan padaku? Semua yang berasal dari Tuhan adalah hal indah dan sebaik-baiknya, bukan?
Komentar
Posting Komentar